AMPAI LAMPUNG NEWS

Portal Berita Terkini dan Terpercaya

VIRAL

GEBER MOTOR RX KING DI PARKIRAN SEKOLAH, PERSELISIHAN SISWA DAN GURU DI LAMPUNG TIMUR BERAKHIR DAMAI

AMPAI LAMPUNG NEWS | 13 Agustus 2026

LAMPUNG TIMUR — Jagat maya dihebohkan oleh beredarnya sebuah video yang memperlihatkan perselisihan antara seorang siswa dan pihak sekolah di SMA Teladan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur. Ketegangan tersebut diduga berujung pada tindakan fisik terhadap siswa.

Kapolsek Way Jepara, AKP Gobel, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 13.35 WIB. Insiden bermula saat seorang siswa berinisial S (17) berulang kali menggeber sepeda motor Yamaha RX King miliknya di area parkir sekolah.

Aksi tersebut memicu teguran dari petugas keamanan sekolah karena dianggap mengganggu ketertiban. Namun, teguran itu kemudian berkembang menjadi cekcok mulut.

Melihat situasi yang tidak kondusif, Wakil Kepala Sekolah (Waka) Bidang Kesiswaan datang untuk melerai. Dalam situasi yang berlangsung tegang tersebut, diduga terjadi tindakan fisik berupa tamparan terhadap siswa.

Dokumentasi yang beredar

Dokumentasi yang beredar dimedia sosial

Peristiwa tersebut kemudian menjadi perhatian publik setelah video yang merekam kejadian beredar di media sosial. Beredarnya rekaman tersebut memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat terkait penanganan kedisiplinan siswa di lingkungan pendidikan.

Menanggapi kejadian tersebut, Kapolsek Way Jepara AKP Gobel menegaskan bahwa tindakan kekerasan fisik terhadap siswa tidak dapat dibenarkan, meskipun persoalan tersebut berkaitan dengan kedisiplinan di lingkungan sekolah.

"Tindakan kekerasan fisik dalam lingkungan pendidikan tetap tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun."

Kapolsek Way Jepara AKP Gobel

Meski sempat menjadi perhatian setelah video kejadian beredar di media sosial, persoalan tersebut akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan melalui proses mediasi.

Proses mediasi berlangsung pada Minggu (9/8/2026) dan dihadiri oleh kedua belah pihak. Dalam pertemuan tersebut, pihak keluarga siswa dan pihak sekolah sepakat untuk menyelesaikan persoalan secara damai.

Kedua pihak kemudian sepakat untuk saling memaafkan dan membuat surat pernyataan tertulis. Kesepakatan tersebut menjadi penyelesaian atas perselisihan yang sebelumnya sempat menjadi sorotan publik.

Kepolisian memastikan bahwa persoalan tersebut telah ditangani melalui proses mediasi. Penyelesaian secara kekeluargaan diharapkan dapat menjadi jalan terbaik bagi kedua pihak serta mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa persoalan kedisiplinan di lingkungan sekolah perlu ditangani secara bijak dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Terlebih, kejadian yang terekam kamera dapat dengan cepat menyebar dan menjadi perhatian publik melalui media sosial.

Catatan: Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan keterangan mengenai kronologi kejadian dan proses mediasi. Dugaan tindakan fisik dalam artikel ini disampaikan berdasarkan informasi yang tersedia dan tidak dimaksudkan sebagai penetapan kesalahan hukum terhadap pihak tertentu.